Selasa, 27 November 2012

Contoh Laporan Praktikum Farmasiii Belum Lengkap


PULVIS

Resep/formula:
R/ Benzocaine             : 0.75 g
     Salicylic acid     aa  : 0.75 g
     Benzoic acid           : 1.5 g
     Camphor                : 1.0 g
     Methyl salicylate     : 0.5 ml 
     Talc q.s.           ad   : 30 g
m.f.pulv
s.b.d.d.u.e.o.m.et.vesp

PERACIKAN PULVIS

Setarakan menara timbang mg dan balance
  1. Bahan-bahan ditimbang sesuai permintaan 
  2. Campur sedikit demi sedikit bahan sesuai dengan resep menggunakan mortir (urutannya: benzocain, salicylic acid, camphor, dan terakhir benzoic acid)
  3. Campur hingga terbentuk masa yang lembek
  4. Taburi talc sedikit demi sedikit (sambil diaduk hingga kering seperti serbuk)
  5. Tetesi methyl salicylate
  6. Mengaduk hingga rata (sambil ditambah talc sisa)
  7. melakukan proses pengayakan
  8. Beri etiket dan masukan dalam wadah (pulvis-obat luar-biru)  
PEMBAHASAN
Tujuan praktikum kali ini adalah untuk mengenal cara pembuatan pulvis denga ketentuan syarat pulvis yang baik, dengan peracikan yang benar dan penggunaan etiket biru. Perngertian pulvis adalah campuran homogen dua atau lebih obat yang diserbukan untuk pemakaian luar. Selain pemakaian luar pulvia juga dapat digunakan pada pemakaian dalam. Bahan yang digunakan pada pembuatan pulvis adalah Benzocain, Salicylic acid aa, Benzoic acid, Camphor, Methyl salicylate, Talc. Yang dimaksud tanda aa adalah takaran benzocaine memiliki jumlah yang sama dengan Salicylic acid.Teknik pencampuran dari bahan-bahan yang berjumlah sedikit disebut Trituratio. Ketika bahan-bahan itu tercampur secara homogen lalu tambahkan Talc (sesuai dengan jumlh bahan yang ada di mortir disebut Geometric dilution). Ketika bahan Benzocain, Salicylic acid aa, Benzoic acid, Camphor berbentuk larutan, ini merupakan kejadian inkompatibilitas (cair). hal ini sangat menguntungkan karena memudahkan homogen dan dapat dikeringkan dengan Talc. Setelah itu tambahkan Methyl salicylate. Tahap akhir dilanjutkan proses pengayakan, ini bertujuan agar partikel pulvis seragam. Pemilihan ayakan juga harus diperhatikan,pada praktikum ini digunakan ayakan no.100 karena ayakan no.100 untuk bahan yang tidak berlemak. Ada juga ayakan no.40 untuk bahan yang berlemak. Permasalahan yang timbul saat praktikum biasanya adanya bahan yang masih tertinggal diayakan, namun untukmengatasi hal tersebut bahan dilebihkan 10% terutama bahan yang berbentuk semisolid.
Syarat serbuk yang baik yaitu: kering, homogen, halus, free flowing dan tidak ada gumpalan. 
Keuntungan dari pulvis : lebih mudah terdispersi, jika anak-anak atau orang dewasa kesulitan menelan kapsul /pil dapat diubah ke bentuk serbuk. Dokter leluasa dalam memilih dosis yang sesuai pada pasien, mengurangi isritasi lokal dan mudah digunakan. Sedangkan kerugian atau kelemahan pulvis yaitu rasa yang pahit, sepet, lengket, dan bautidk enak.
Indikasi pada bahan:
  • Benzocain sebagai anestetikum lokal 
  • Benzoic acid sebagai pengawet
  • Salicylic acid sebagai anti jamur
  • Camphor sebagai anti iritasi
  • Methyl salicylate sebagai zat tambahan dan anti iritasi 
  • Talc sebagai zat tambahan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar