Selasa, 27 November 2012

Habiskan Yach Antibiotiknyaaaa,, Makas=cieeee


Anti biotic pertama kali ditemukan oleh Alexander Fleming secara tidak sengaja pada tahun 1928. Kemudian penggunaan antibiotik sebagai obat penyembuh segalanya menjadi booming di Eropa. Setiap penyakit bahkan yang tidak berhubungan dengan bakteri sekalipun diberikan antibiotik. Sampai disadarinya adanya resistensi dari bakteri.
Munculnya resistensi bakteri merupakan proses evolusi dari organisme yang telah bertahan dari dosis antibiotik sebelumnya. Sehingga dosis sebelumnya yang dapat membunuh tidak akan seefektif sebelumnya sehingga dosis antibiotik itu pun harus ditingkatkan.
Banyaknya bakteri yang telah kebal terhadap antibiotik di Indonesia disebabkan oleh kurangnya disiplin masyarakat dalam mengkonsumsi antibiotik secara benar dan juga kurangnya pengetahuan akan adanya resistensi itu sendiri. Apa bila suatu saat anda bertemu dengan keluarga ataupun teman anda, harap memberi tahukan kepada mereka pentingnya meminum antibiotik sampai habis (biasanya 10 tablet dalam 1 strip). Perlu diingat hilangnya gejala penyakit bukan berarti telah sembuh, artinya belum seluruh bakteri yang menyerang telah mati sempurna dengan kata lain bakteri/ kuman tersebut suatu saat akan bangkit kembali lebih kuat, lebih kebal terhadap antibiotik, dan menyerang kita lagi.
Meningkatnya kekebalan terhadap antibiotik menyebabkan meningkatnya angka kesakitan dan angka kematian. Oleh sebab itu, dibutuhkan antibiotik pilihan ke dua, dan pilihan ke tiga, dimana kemungkinan efek pengobatannya lebih kecil , atau juga efek sampingnya lebih besar, dan tentunya antibiotik alternatif tersebut lebih mahal. 

Sumber : 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar